Tuesday, July 10, 2007

Wanita dan Romantika


Ramah...

Aku menamai matamu

Sungguh kejernihannya seolah menenggelamkan aku di dasarnya

Duhai...

Siapakah Dia yang menciptakanmua??

Kenalkan aku dengan-Nya.

(Sebuah keterpesonaan yang entah terjadi di mana)



Bagi seorang wanita menjadi seorang istri merupakan pilihan hidup yang harus dinikmati dan disyukuri, terlebih lagi perlu diperjuangkan betapapun pahitnya. Ada banyak keindahan dan romantisme pada saat kita memandang predikat "istri" secara idealis dan juga realis. Menikmati prilaku suami yang terkadang mesra, lucu, konyol, cool, serta menyebalkan di lain waktu merupakan romantisme tersendiri yang indah untuk dijalani. Bagi kebanyakan wanita, pria -dalam hal ini suami- adalah matahari yang membagi kehangatan dan juga menyinari kehidupan sehingga menjadi lebih berwarna, meski terkadang sinarnya juga mampu membakar dan membuat kita merasa kegerahan.
Sudahkah anda "meminta" untuk suami anda agar Ia dapat selalu membagi hangatnya kepada anda???? Atau anda telah melayani, menemani maupun memberi yang terbaik dari setiap hal yang anda miliki untuknya??? Bukanlah sebuah kehinaan bagi wanita yang menghidangkan secangkir kopi hangat bagi suaminya atau mencium tangannya tatkala Ia berangkat bekerja, juga bukan suatu kemunduran bagi wanita yang memijat punggung suaminya tatkala merasa letih. Dan bukanlah bentuk penindasan bagi seorang wanita yang melayani setia kebutuhan suaminya. Adalah sebuah keanggunan bagi wanita yang bertutur halus dan menundukkan egonya dihadapan "mentari" yang tengah bersinar terik, adalah kecantikan yang memikat bagi seorang wanita yang tetap tersenyum lembut tatkala "dunia" terasa demikian gerahnya.
Apakah and terobsesi menjadi wanita ideal?????Wanita yang dikagumi, dicintai, sekaligus dihormati oleh pria??????? Banyak jurus jitu untuk menjadi figur yang menawan, cerdas, trampil, sekaligus memikat. Profil idaman adalah mereka yang punya perhatian lebih, memberi ketenangan, penuh antusiame, humoris sekaligus romantis (Uups...ini relatif loh:D). Jika pria adalah matahari jangan bermimpi jadi rembulan karna sinar anda akan tertutup olehnya. Tapi jadilah dunia beserta seluruh isinya:). Wanita yang laksana angin tentu mampu meredakan teriknya mentari dengan tiupan sepoi-sepoinya. Matahari yang congkak akan tersentuh oleh setetes embun yang jernih. Bahkan matahari yang tengah kelelahan bisa berlindung di balik awan. Hmmm...wanita memang menakjubkan dan penuh romantika ya??????
Tapi tidak semua wanita menemukan keindahan dalam hal-hal yang berbau ketundukan, keterikatan, bahkan kemanjaan sekalipun. Tak dapat dipungkiri populasi wanita yang lebih banyak dari pria cukup untuk para wanita merasa was-was "gak kebagian", hal ini bisa saja memicu sikap arogansi yang berlebihan dari para pria, sehingga wanita-wanitapun merasa tertantang untuk membuktikan bahwa sinar rembulan tak kalah menakjubkan dengan sinar matahari. Bahkan mungkin tertantang untuk menjadi matahari-matahari baru...(waah...dunia bakal makin gerah nee). Sesungguhnya dunia tercipta dengan penuh keseimbangan, wanita dengan kelembutannya dan pria dengan kejantanannya (bukan berarti kasar loh...).Sehingga harusnya gak perlu ada arogansi yang berlebihan, atau siapa menggantikan siapa, karna pada dasarnya setiap manusia saling memiliki ketergantungan satu sama lainnya.
Bagimanapun menjadi wanita adalah keberuntungan, dan menjadi seorang istri adalah keistimewaan. Suka duka kehidupan, pahit manis bahtera rumah tangga adalah romantisme yang gak akan bisa dialami oleh wanita-wanita yang belum dan tidak memilih menjadi seorang istri.

0 comments:

Label Cloud

 

SEVEN MAGICAL | POEM | POEM LOVE | HEART © 2008. Template Design By: SkinCorner